Bob Hasan dan Sederet Atlet Atletik Level Dunia Yang Berhasil Diorbitkannya 

0

Akhir bulan Maret lalu dunia olahraga Indonesia berduka. Setelah Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Bob Hasan mengembuskan nafas terakhir, tepatnya pada Selasa (31/03) di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Bob Hasan meninggal dunia karena sakit kanker paru –paru yang diderita sejak Januari 2020.

Jasa Bob Hasan untuk dunia olahraga Tanah Air sudah tidak diragukan lagi. Khususnya di cabor atletik. Berkecimpung di PASI sejak tahun 1976, pengabdian Bob Hasan memang tidak main – main.

Bob Hasan tidak ragu untuk menggelontorkan dana miliaran rupiah dari kantong pribadinya demi atlet – atlet atletik Tim Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa di level internasional.

Sehingga, dari tangan dinginnya itulah, bermunculan jagoan – jagoan atletik Tim Indonesia yang mampu berprestasi di kancah dunia. Siapa saja mereka, berikut daftarnya, seperti dilansir dari Idntimes.

Purnomo Yudhi
Ketika Bob Hasan lama memimpin atletik, ia pernah memunculkan salah satu sprinter terbaik Tim Indonesia di era 80an. Ia adalah Purnomo Yudhi, yang juga dikenal sebagai salah satu manusia tercepat di Asia pada masa tersebut.

Saat itu, Purnomo berhasil menjadi atlet Asia pertama yang berhasil menembus babak semifinal nomor 100 meter putra di Olimpiade 1984 Los Angeles. Disamping itu, masih berderet pretasi yang berhasil dia raih. Antara lain, emas SEA Games 1985 nomor 200 meter putra, dan nomor estafet 4×100 meter putra.

Hanya, Purnomo sudah lebih dahulu untuk berpulang, pada 15 Februari 2019 lalu. Ia meninggal di usia 56 tahun, karena sakit kanker kelenjar  getah bening.

Supriati Sutono
Pada era 90an, PB PASI yang berada di bawah kepemimpinan Bob Hasan berhasil mengorbitkan salah satu pelari putri terbaik yang pernah dimiliki Merah Putih. Dia adalah Supriati Sutono, yang merupakan pelajari jarak jauh level atas Asia.

Hal tersebut terbukti, dari bagaimana Supriati berhasil memberikan yang terbaik bagi Indonesia, setelah menjadi atlet atletik yang mampu membuka keran medali untuk Merah Putih di ajang Asian Games. Tidak main – main, Supriati berhasil meraih medali emas di Asian Games 1998 Bangkok, untuk nomor 5000 meter putri.

Sementara di SEA Games, nama Supriati sudah tidak ada lawan lagi. Ia berhasil meraih emas di nomor 1.500, 5000 dan 10.000 meter putri, di SEA Games 1997, 1999, 2001, dan 2003.

Triyaningsih
Setelah masa Supriati terlewati, Indonesia tidak kehilangan bakat terbaik untuk nomor lari jarak jauh. Triyaningsih hadir menggantikan posisi Supriati yang pensiun.

Wanita yang kini berusia 32 tahun tersebut, berhasil membukukan namanya sebagai peraih medali emas SEA Games sejak 2007-2017, untuk nomor 10.000 meter putri. Disamping itu, Triyaningsih juga berhasil menorehkan catatan bagus dengan medali emas di nomor marathon dan empat emas pada 5.000 meter putri.

Maria Londa
Bukan hanya sprinter dan pelari jarak jauh, PB PASI di bawah Bob Hasan juga berhasil melahirkan atlet handal di nomor lompat jauh. Ia adalah Maria Londa.

Prestasi luar biasa Maria adalah, berhasil mendapatkan satu emas pada ajang Asian Games 2014, melalui nomor lompat jauh tersebut. Selain itu pada SEA Games atlet berusia 29 tahun ini juga sukses meraih medali emas bagi Tim Indonesia pada tiga edisi (2013, 2015, dan 2017).

Lalu Muhammad Zohri
Saat ini rasa-rasanya tidak ada yang tidak kenal dengan nama pelari jarak pendek asal NTB ini. Namanya sempat menjadi viral, ketika meraih juara pada Kejuaraan Dunia U-20 beberapa waktu yang lalu di Finlandia untuk nomor 100 meter putra.

Selain itu, saat ini Zohri juga sukses mengamankan satu tiket ke Olimpiade Tokyo 2020, yang penyelenggaraannya ditunda ke tahun 2021. Tiket tersebut didapat Zohri, setelah dia berhasil menempati tempat ketiga di nomor 100 meter pada Kejuaraan Seiko Golden Grand Prix Jepang, di Yanmar Stadium Osaka, Jepang Mei 2019 lalu.

Sebelumnya, Zohri juga sudah berhasil meraih banyak prestasi. Seperti, medali perak di Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar April 2019. Di ajang tersebut Zohri mampu memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara. Dengan catatan waktu 10,13 detik. Waktu ini mengkandaskan rekor yang sebelumnya dimiliki sprinter Tim Indonesia lainnya, Suryo Agung yang diciptakan di SEA Games 2009.

Prestasi Zohri juga besar kemungkinan masih bisa berlanjut dan bertambah mengingat usianya yang masih muda, dan kariernya yang masih panjang ke depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here