Berlatih Tarung Bayangan, Jadi Jurus Komang Harik Untuk Berlatih Selama Pandemi

0
Sumber Gambar: Jay/Humas Setkab.go.id

Salah satu anggota Tim Silat Indonesia asal Buleleng Bali, Komang Harik Adi Putra, mengakui bahwa hingga sekarang ia masih berlatih secara mandiri dengan program dari pelatih, selama pandemi covid-19.

“Latihan tetap berjalan tapi tidak seperti biasa. Ada latihan individu dan dua kali dalam sebulan latihan bersama tim, tapi tetap harus melakukan protokol kesehatan seperti pakai masker, bawa hand sanitizer dan jaga jarak meskipun saat latihan,” kata Komang Harik seperti dilansir dari Tribun Bali.Berlatih Tarung Bayangan, Jadi Jurus Komang Harik Untuk Berlatih Selama Pandemi

Sosok yang meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 untuk nomor tarung tersebut menambahkan, bahwa selama masa pandemi, ia juga terpaksa mengurangi intensitas latihan. Hal ini dilakukan Komang Harik karena dia berharap agar kondisinya bisa selalu prima dan terjaga, demi menghadapi banyaknya agenda olahraga pada tahun 2021, mulai dari PON Papua hingga SEA Games Vietnam.

“Untuk porsi waktu latihan individu juga berkurang. Sebelum ada Covid biasanya latihan sekitar dua sampai tiga jam, sedangkan setelah Covid hanya satu jam saja,” ujarnya.

Sedangkan soal standar asupan gizi, pesilat berusia 25 tahun tersebut mengaku tidak ada, hanya pola makan yang benar – benar harus dia jaga, demi terus bisa mendapatkan berat badan ideal. Komang Harik mengaku menghindari makanan dan minuman yang berpotensi membuat tubuh jadi tidak fit, selain juga pintar mengatur dan menjaga diri.

“Jangan memaksakan latihan kalau dirasa tidak enak badan,” kata Komang.

Komang Harik menyebutkan, bahwa dalam masa pandemi seperti sekarang, kesulitan terberat adalah mencari partner untuk sparring. Karena dia tidak bisa menyentuh lawan, dan mengikuti protokol kesehatan yang mewajibkan jaga jarak. Sekarang dia hanya bisa berlatih tanding secara virtual, dengan visualisasi dalam diri,menganggap bahwa di depan nya sedang ada musuh.

Ketika berlatih individu, lanjut Komang Hari, teknik andalan harus selalu diasah dan tidak boleh kendor.

“Latihan individu, biasanya dimulai dari jogging 20 menit, lari di lapangan lima putaran, melakukan gerakan dinamis, gerakan abc, lari cepat 100 meter. Selain itu juga latihan teknis, agar melemaskan kaki. Begitu juga saat latihan bersama,” kata Komang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here