Begini Taktik Timnas Dayung Untuk Lolos Olimpiade 2020 Tokyo

0

Hasil satu medli emas, dua medali perak, serta dua medali perunggu di ajang Asian Games 2918 lalu, memberi modal berharga bagi tim dayung Indonesia untuk persiapan turun di ajang yang lebih bergengsi lagi yakni Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Capaian tim dayung di ajang Asian Games beberapa bulan lalu menunjukkan progres yang cukup signifikan bhkan diklaimmelebihi target. Setelah meraih hasil yang cukup apik itu, tim nasional dayung Indonesia langsung menerapkan pelatnas jangka panjang untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade 2020.

Selain menyiapkan utuk event yang sangat besar seperti Olimpiade,  pelatnas jangka panjang juga dijadikan sebagai persiapan menyambut SEA Games 2019.

Untuk diketahui, pada Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro,Brazil, persaingan di cabang olahraga dayung cukup ketat. Timnas Dayung sendiri hanya lolos di 2 nomor, yakni di nomor single sculls.
Dua nomor dayung tersebut diraih oleh atlet yakni Memo, atlet putra  dan Dewi Yuliati atlet putri. Dua atlet inipun harus terus diasah kemampuannya karena persaingan di Olimpiade sangat begitu ketat, banyak negara menunjukkan grafik permainan yang sangat meningkat.

Dari ajang Olimpiade Rio De Janeiro, 2016 silam, dua atlet dayung nasional yakni Memo masih belum bisa bersing dengan pedayung dari uar negeri, Memo berada di urutan ke-16, sedangkan Dewi berada di posisi ke-29.

Dengan melihat raihan di ajang Asian Games 2018 Agustus lalu, Timnas sendiri berharap bisa meloloskan lima pedayung erbaik mereka ke ajang olahraga eresar di dunia yakni Olimpiade 2020 di Tokyo.

Optimisme tim pelatih dayung tersebut terdongkrak dari setelah para atlet meraih satu emas serta masing-masing dua perak dan perunggu pada Asian Games 2018. “Dengan hasil Asian Games kemarin, kami tetap optimistis. Anak-anak juga jadi lebih terpacu untuk Olimpiade,” tutur pelatih dayung Muhammad Hadris melansir dari jpnn.com (12/10/18).

Setiap atlet yang telah masuk di pelatnas sendiri belum sepenuhya aman, karena tim pelatih pastinya menerapkan sistem promosi dan degradasi. Pasti ada promosi-degradasi, apalagi di bagian putri banyak yang sudah berkeluarga,” kata Budiman Setiawan dilansir daribola.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here