Begini Protokol Kesehatan Renang, Untuk Laksanakan Pelatnas Di Masa Kenormalan Baru

0
Sumber Gambar: Humas PRSI / Tribun News

Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) sudah menyelesaikan penyusunan protokol kesehatan bagi atlet dan pelatih dalam masa kenormalan baru di tengah pandemi covid-19. Salah satu peraturan menyebutkan, bahwa selama masa pelatihan, sesama pelatih dan perenang dilarang keras untuk saling meminjam peralatan, dan juga menjaga jarak, minimal 1,5 meter, selama ada di dalam kolam renang.

Selain aturan jarak dan larangan pinjam meminjam peralatan, dalam protokol kesehatan PRSI tersebut juga para atlet diminta agar membilas seluruh tubuh dengan sabun sebelum berenang, serta dilarang untuk mandi di kamar mandi bilas, kecuali tersedia kamar mandi dengan model bilik – bilik individual. Serta semua atlet dan pelatih dilarang untuk menggunakan fasilitas pengering rambut untuk umum.

PRSI juga memberikan kewajiban kepada semua atlet agar selalu mengenakan masker atau face shield selama berada di area kolam renang, terkecuali mereka berada di dalam kolam, atau sedang berlatih fisik. Disamping itu, para pengantar atlet juga dilarang untuk menunggu di sekitar kolam, serta wajib menggunakan masker atau face shield. Semua perenang dan pelatih tidak diperbolehkan memakai alas kaki di area kolam, kecuali membawa alas kaki khusus yang diperuntukkan di area kolam.

. “Semoga protokol tambahan ini bermanfaat untuk Atlet dan pelatih, insan akuatik yang akan berolahraga renang, loncat indah, renang artistik dan polo air,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PRSI, Wisnu Wardhana, seperti diberitakan oleh Tempo.co.

Sebelumnya, PB PRSI sudah berkunjung ke Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno pada Senin, 15 Juni 2020. Di sana, pihak PRSI mengadakan pertemuan dengan pengelola Stadion dan Sarana Akuatik GBK.

Menurut Wisnu, salah satu bahasan utama dalam pertemuan itu, adalah protokol kesehatan olahraga, serta menyamakan persepsi teknis soal pelaksanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) renang dalam masa kenormalan baru..

“Kami membahas prosedur latihan renang di masa new normal, karena yang kita ingin ditekankan adalah Covid 19 belum selesai meski sudah ada pelonggaran PSBB. Tapi tetap kesehatan adalah hal yang paling diutamakan,” ujar Wisnu.

Ditambahkan Wisnu, pertemuannya membahas rincian dari apa dan bagaimana yang harus dilakukan pelatih, perenang dan para pengantar, serta berbagai detail teknis yang  lain, dalam masa transisi, serta kenormalan baru.

“Karena selain menggunakan kolam renang ada juga penggunaan ruang bilas bersama, tempat parkir dan lainnya,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here