Begini Peran Sektor Migas Dalam Tingkatkan Prestasi Olahraga Nasional

0
Sumber gambar: RMOL.co

Kontribusi minyak dan gas milik negara yakni Pertamina dalam bidang olahraga seakan tak bisa dipisahkan. Pertamina selalu mendukung perkembangan olahraga nasional.
Mulai Basket, Voli hingga Sepakbola peran Pertamina sudah terbukti. Hal tersebut terlihat dari pendirian Pertamina Soccer School. Misi utama Pertamina Soccer School adalah menggembleng bibit-bibit muda sepakbola.

Seleksinya pun tak main-main, untuk bisa masuk di Pertamina Soccer School para pemain harus melalui serangkian tes. Seperti halnya Roby Andika jebolan pemain Pertamina Soccer School, pemain muda Sriwijaya FC musim ini, yang sempat mendapatkan kesempatan main dengan tim senior.

Olahraga lain yakni voli juga tak luput dalam pantauan Pertamina. Kontribusi Pertamina terhadap perkembangan voli dibuktikan dari didirikannya tim Jakarta Pertamina Energi.
Kekuatan JPE di level nasional juga tak main-main. Tim putra dan putri mereka dikenal tangguh. Di musim 2017, mereka hampir saja mengawinkan gelar juara. Sayang, tim putri gagal mengalahkan Jakarta Elektrik PLN di final.

Tak cukup di voli dan sepakbola. Pertamina terlibat dalam perkembangan bola basket nasional dengan mensponsori tim raksasa Satria Muda.

Sukses berkiprah di olahraga level domestik, Pertamina mulai menunjukkan sentuhan emasnya dalam kancah internasional yakni Asian Games 2018.

Dalam event skala Asia itu Pertamina terlibat langsung dalam menyukseskan gelaran prestisius tersebut. Mulai dari dana CSR untuk pembangunan infrastruktur, hingga kucuran dana segar yang bersifat sponsorship. Pertamina terlibat langsung dalam pembangunan lintasan bowling di komplek Jakabaring, Palembang. Sebanyak 40 lintasan boling di Jakabaring dibangun dengan dana yang disediakan. Setidaknya, Rp40 miliar dikucurkan.

“Melalui dukungan ini, Pertamina berharap Asian Games 2018 berjalan lancar. Sehingga, nama baik Indonesia harum di mata internasional,” kata Vice President Corporate Communications, Adiatma Sardjito dilansir dari viva.co.id (29/10/18).

Kolaborasi dengan BUMN sebenarnya dibutuhkan dalam proses pengembangan olahraga nasional. Sesuai dengan Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri pada 7 Februari 2017 silam, APBD hanya boleh digunakan untuk olahraga yang levelnya amatir. Artinya, penggunaan APBD untuk olahraga profesional dilarang.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan bahwa BUMN wajib hadir di sektor olahraga nasional. Kehadiran mereka sebagai Bapak Asuh sangt dibutuhkan agar kompetisi dan pembinaan olahraga bisa berjalan dengan lancar.

“Kalau semuanya bisa tertangani, maka banyak prestasi yang akan datang. Bapak Presiden Joko Widodo menginginkan adanya BUMN menjadi ‘Bapak Asuh’ dari cabang-cabang olahraga Indonesia. Ini demi kemajuan prestasi olahraga Indonesia di masa mendatang,” kata Imam Nahrawi.

Lebih lanjut Imam mengatakan jika Jepang dan juga China melakukan hal yang sama seperti Indonesia yang bekerjasama dengan pihak perusahaan milik negara agar event olahraga serta pembinaan olahraga bisa berjalan beriringan sehingga menghasilkan prestasi terbaik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here