Azzahra Permatahani, Atlet Renang Harapan Baru Tim Indonesia

0
Sumber Gambar: ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Tim renang proyeksi Olimpiade Tokyo 2021 sudah dibentuk. Enam atlet renang Indonesia akan berlatih dan berjuang dalam program pemusatan latihan nasional. Salah satu atlet renang Indonesia  yang menarik perhatian adalah Azzahra Permatahani.

Apa alasan nama Azzahra Permatahani harus mendapat perhatian lebih? Karena Azzahra adalah atlet termuda yang berhasil menembus Timnas renang Indonesia. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Azzahra sudah bisa bergabung dengan para atlet renang Indonesia yang lebih senior, seperti Glenn Victor, dan I Gede Siman Sudartawa.

Namun apa yang diraih Azzahra tersebut bukan instan. Gadis kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 tersebut sudah sejak dini akrab dengan kolam renang. Bahkan namanya sudah mampu menggetarkan jagad renang nasional di usia 15 tahun (2017). Ketika dia berhasil memecahkan rekor nasional. Hingga sekarang atlet renang yang tercatat sebagai atlet dari Provinsi Riau tersebut sudah memegang tiga rekor nasional, yaitu di nomor 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri.

Sekarang perenang yang pertama kali membela Timnas Indonesia pada ajang SEA Games 2017 tersebut, tengah bekerja keras demi bisa mengejar tiket Olimpiade Tokyo 2021. Meskipun banyak dinilai memiliki potensi besar, bukan berarti Azzahra tidak memiliki hambatan untuk bisa berlaga di Olimpiade Tokyo.

Seperti dilansir dari skor.id, penundaan Olimpiade Tokyo 2020, menjadi tahun 2021, juga dinilai memberikan keuntungan bagi gadis yang akrab disapa Zahra tersebut. Karena saat ini dia sudah berhasil menembus limit B nomor  200 m gaya ganti putri. Sedangkan untuk mendapat tiket Olimpiade atlet renang Indonesia, minimal harus memenuhi limit A. Penundaan pesta olahraga empat tahunan tersebut, memberikan waktu lebih panjang bagi Zahra untuk bersiap di kualifikasi selanjutnya.

Awalnya Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengharapkan Zahra bisa masuk limit dari nomor 200 m gaya ganti putri.

Wabah Covid -19 dinilai Zahra sebagai tantangan utama untuk dirinya bisa memenuhi target dari PB PRSI tersebut. Karena dia tidak bisa latihan dengan leluasa seperti di masa sebelum pandemi.

“Kami semua harus menjaga jarak sosial, jadi saya tak bisa latihan dua kali sehari seperti dulu. Sekarang, hanya bisa latihan sekali sehari saja,” kata Zahra.

Disamping target memenuhi limit Olimpiade. Sebagai atlet renang Indonesia potensial, Zahra juga diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia pada ajang SEA Games 2021.

Pada SEA Games 2019 FIlipina, Zahra berhasil meraih medali perak di nomor 200 m gaya ganti putri, dan perunggu dari nomor 400 m gaya ganti putri.

Dengan catatan prestasi tersebut pada SEA Games Hanoi 2021, PRSI tampaknya tidak akan ragu mentargetkan Zahra bisa meraih medali emas  pertamanya di level di Asia Tenggara.

Sementara ini penguasa nomor ganti putri asal Vietnam Nguyen Thi Anh Ven yang memang selalu jadi ganjalan untuk Zahra meraih emas di SEA Games. Tercatat, Zahra sudah dua kali dikalahkan Nguyen Thi pada SEA Games (2017, 2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here