Aturan Baru Kualifikasi Olimpiade, Bisa Loloskan Banyak Atlet Tim Indonesia

0
Logo Olimpiade. (Sumber Gambar: Bola.com/AFP/Raphael Alves)

Komite Olimpiade (NOC) Indonesia menilai kini Tim Indonesia berpeluang meloloskan lebih banyak atlet ke Olimpiade Tokyo 2020, setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) memastikan mengeluarkan aturan baru terkait sistem kualifikasi.

Dengan adanya kebijakan baru tersebut, NOC Indonesia pun meminta semua cabang olahraga untuk segera menjalin komunikasi dengan federasi internasional masing – masing.

Dalam pandangan NOC Indonesia, peraturan baru ini, justru membuat peluang atlet Indonesia untuk bisa lebih banyak lagi yang tampil di Olimpiade.

“Hasil komunikasi dan koordinasi ke federasi internasional ini penting untuk dilaporkan kepada NOC. Sehingga, kami dapat membantu melakukan langkah-langkah komunikasi formal untuk membuka peluang lebih banyak atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo pada 2021 nanti,” ujar Ferry Kono, Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Kamis (16/4.2020), seperti dikutip dari Kumparan.

Saat ini ada empat peraturan yang sudah dirubah oleh IOC tentang kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020. NOC Indonesia sendiri sudah mensosialisasikan perubahan empat point tersebut kepada semua cabor.

“Federasi internasional masing-masing cabor dapat menentukan batas waktu periode kualifikasi sendiri dan dilaksanakan sebelum batas waktu entry by name. Entry by name atlet yang lolos ditutup tiga minggu sebelum upacara pembukaan. Menyesuaikan perubahan jadwal Olimpiade, penutupan final entry by name paling lambat 5 Juli 2021.”

“Sesuai dengan perubahan jadwal Olimpiade, periode kualifikasi mungkin akan diperpanjang sampai 29 Juni 2021,” tulis keterangan IOC poin 9 dan 10.

Yang terakhir, revisi dari IOC adalah tentang peringkat. Rencana jatah kuota berdasar peringkat, kini diserahkan kepada masing federasi cabor internasional. Setiap federasi, akan memiliki kebijaksaan sendiri, soal tenggat waktu dan sistem peringkatnya.

“IOC Executive Board bakal menyetujui berbagai improvisasi atau perubahan metode sistem kualifikasi yang terdampak virus corona dan penundaan Olimpiade demi perlindungan kepada atlet. ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here