Atlet Renang Indonesia Targetkan Pelatnas Bisa Dimulai Oktober 2020

0
Sumber Gambar: Tirto.id

Atlet Renang Legendaris Indonesia

Nama Richard Sambera memang bukan nama sembarangan di pentas olahraga Indonesia. Sebelum kini dikenal sebagai Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Richard adalah seorang atlet renang Indonesia yang legendaris.

atlet renang indonesia
atlet renang indonesia terbaik yang melegenda

Ya, pada masa jayanya sebagai atlet renang Indonesia, Richard memang banyak mempersembahkan prestasi internasional yang mampu mengharumkan Merah Putih di kancah renang dunia. Seperti misalnya, Richard menjadi pahlawan bagi Indonesia di arena Asian Games. Dimana terakhir kali Tim Indonesia mampu mempersembahkan medali dari Asian Games adalah pada tahun 1990 di Beijing China, dan atlet renang Indonesia yang mampu melakukannya adalah seorang Richard Sambera.

Prestasi yang luar biasa bisa mendominasi diberbagai negara

Ketika itu di Beijing, Richard sukses meraih medali perunggu di nomor 100m gaya bebas, setelah menyelesaikan lomba dengan berada di posisi tiga. Dia berhasil mencatatkan waktu 51,79 detik. Torehan tersebut boleh disebut sangat luar biasa bagi atlet renang Indonesia. Karena, selisih waktu antara Richard dengan dua perenang di depannya yang merupakan atlet tuan rumah China hanya terpaut tipis saja waktunya. Bahkan dalam pesta olahraga level Asia ini, Richard mampu mengungguli berbagai negara dengan tradisi renang yang kuat, seperti Singapura, Korea dan Jepang, yang pada Asian Games terakhir di 2018 mampu menyabet 19 medali emas.

atlet renang indonesia
atlet renang indonesia yang melegenda

Tidak hanya di pentas Asian Games,  torehan prestasi seorang Richard Sambera di gelanggang renang juga ia lakukan di Amerika Serikat. Ketika dia menuntaskan studi di Negeri Paman Sam, Richard aktif dalam mengikuti berbagai perlombaan renang antar universitas di sana. Bahkan atas dedikasinya tersebut, dia berhasil menjadi atlet renang Indonesia pertama yang meraih penghargaan All-American Divisi I NCAA.

Richard Sambera memutuskan untuk pensiun sebagai atlet renang Indonesia, setelah membela nama Bangsa di Asian Games 2014. Mentas dari kolam renang sebagai atlet, ternyata tidak lalu membuat Richard meninggalkan begitu saja dunia yang telah membesarkan namanya tersebut. Ia lalu mendirikan klub renang National Champions Millenium Aquatics Club. Serta juga sempat mengikuti berbagai perlombaan triathlon dan lari jarak jauh level nasional.

Bahkan karena keaktifannya di olahraga triathlon serta intens dalam melakukan sosialisasi, mantan atlet renang Indonesia ini juga dinobatkan sebagai “Bapak Triathlon Modern Indonesia”. Hingga akhirnya di tahun 2018 lalu, Richard Sambera diangkat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu Imam Nahrawi sebagai Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Pada jabatan terbarunya, Richard memiliki peran besar untuk bisa mengatur, mengawasi dan mengelola berbagai olahraga profesional dan berbagai kompetisinya  yang ada di Tanah Air. Seperti basket, sepakbola dan juga MMA.

Salah satu gebrakan dan ketegasan seorang Richard Sambera sebagai Ketua BOPI diperlihatkan pada awal musim 2019 lalu. Dimana dia sempat berniat menunda kick off Liga 2, karena dinilai ada sebagian klub yang belum menyelesaikan pembayaran gaji kepada para pemainnya.

Pelatnas dimulai kembali di bulan Oktober

atlet renang indonesia
atlet renang indonesia yang di panggil ikut pelatnas

Wakil Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Harlin Rahardjo mencanangkan bahwa pemusatan latihan nasional (Pelatnas) renang bisa kembali dimulai pada Oktober mendatang di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hingga saat ini, renang memang jadi satu – satunya cabang olahraga olimpiade yang belum kembali menggelar Pelatnas, lantaran belum melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Harlin mengharapkan dalam pekan- pekan ini, urusan MoU tersebut sudah bisa diselesaikan.

“Sebenarnya MoU sudah hampir selesai pertengahan September, tetapi karena PSBB lagi jadi agak sulit,” ujar Harlin, seperti dilansir dari Republika.co.id.

“Karena diskusinya ini disyaratkan Kemenpora harus bertemu, jadi Kamis pekan lalu ketemu. Kami dijanjikan awal pekan depan ini kalau bisa sebelum 30 September bisa tanda tangan MoU. Jadi Oktober pelatnas sudah bisa jalan,” katanya melanjutkan.

Walaupun posisi renang kini jauh tertinggal dari cabor Olimpiade lain yang sudah terlebih dahulu menjalankan program Pelatnas, Harlin menyebut ini bukan menjadi halangan. Karena,PRSI lebih baik tidak mengambil resiko dengan bertaruh keselamatan dan kesehatan para atlet di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum mereda.

Nama-nama Atlet yang di panggil

Setelah nantinya MoU selesai ditandatangani, Pelatnas renang di 2020 ini akan langsung difokuskan dalam persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo, sebagai target utama. Ada enam perenang yang sudah disiapkan PRSI. Mereka adalah, I Gede Siman Sudartawa. Triady Fauzi, Azzahra Permatahani, Farrel Armandio Tangkas dan Glenn Victor.

Setidaknya enam atlet tersebut, nantinya harus bisa mendekati limit A, sebagai syarat minimal untuk bisa lolos dari kualifikasi Olimpiade. Hanya saja, hingga sekarang, masih belum ada perenang yang berhasil menembusnya.

Soal lokasi Pelatnas, PRSI juga sudah mengajukan izin ke pihak pengelola GBK, sebagai tempat Pelatnas. Enam atlet, berlatih dalam satu kolam, menurut Harlin seharusnya tidak menjadi masalah dan masih aman.

“Harusnya bisa dapat ya. Secara teknis tidak ada isu. Latihan enam orang dalam satu kolam itu tidak masalah,” tuturnya.

Walaupun Pelatnas belum dimulai, namun para atlet renang, saat ini tetap menggelar latihan bareng dengan klub asal mereka masing-masing, selain juga ada yang masih bergabung dengan pemusatan latihan daerah (pelatda) dalam proyeksi PON Papua 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here