Atlet Bulutangkis Indonesia Usia Muda, Batal Berlaga di Kejuaraan Dunia Junior 2020

0
Sumber Gambar: indosport.com

Atlet bulutangkis Indonesia junior dipastikan tidak akan bisa berkompetisi di level dunia, setelah Federasi Badminton Dunia (BWF) sudah memastikan membatalkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020.

BWF mengumumkan pembatalan tersebut, setelah berkomunikasi dengan federasi bulutangkis Selandia Baru selaku tuan rumah. Pertimbangan pembatalan, adalah karena pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, sehingga akan  berpotensi membahayakan penyelenggara dan peserta, termasuk juga atlet bulutangkis Indonesia.

Namun dalam pandangan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pembatalan tersebut justru merugikan bagi atlet bulutangkis junior Indonesia, khususnya yang masih berusia 18 tahun. Karena mereka tidak bisa lagi berlaga, jika turnamen diundur ke tahun 2021. Para atlet bulutangkis Indonesia yang berusia 18 tahun, usianya sudah tidak lagi mencukupi untuk di kejuaraan junior.

Kekecewaan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti. Ia mengaku menyayangkan keputusan tersebut, meskipun pihaknya sudah tidak punya pilihan selain mengikuti keputusan dari BWF tersebut.

“Ya, bagaimana ya situasinya seperti ini dan kita tidak bisa saling menyalahkan. Sebab, yang paling tahu (kondisi) penyelenggaraan itu tuan rumah dan BWF. Kita sebagai peserta ya ikut jadwal dari BWF saja. Selain kita juga melihat penanganan dan tanggung jawab panitia,” kata Susy Susanti seperti dilansir dari Detik.com.

“New Zealand (mungkin) belum siap dan tidak berani juga karena ini terkait junior, di bawah umur. Jadi dibilang kecewa ya cukup disayangkan karena yang lahir 2002 tak bisa ikut bertanding lagi tahun depan,” dia menjelaskan.

“Tapi kalau lihat keselamatan dan keamanan dari semua peserta apalagi ini banyak anak-anak di bawah umur, mungkin orang tua agak khawatir untuk memberangkatkan. Jadi saya menerima dengan positif.”

Dari sisi pandang yang berbeda, peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 tersebut juga tidak bisa memprediksi terkait dengan program atlet -atlet bulutangkis Indonesia usia muda untuk kedepannya. Hal tersebut karena kepengurusan PBSI juga akan segera berganti. Direncanakan PBSI akan menggelar Musyawarah Nasional pada 5-6 November 2020.

“(Soal program) saya belum bisa jawab. Bulan depan akan ada Munas, sudah mau ada pergantian (kepengurusan). Pastinya Binpres, apakah itu baru atau lama akan diberikan program dari kebijakan itu,” ujar istri dari legenda bulutangkis Alan Budi Kusuma tersebut.

Susy juga menyampaikan pesan kepada para atlet bulutangkis Indonesia junior agar tidak bersedih, meskipun kesempatan berlaga di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 sudah pupus.

“Jangan patah semangat karena dalam situasi pandemi bukan hanya Indonesia tapi seluruh dunia. Tak ada yang dirugikan. Pemain-pemain yang tak dapat kesempatan harus berlatih lebih keras untuk ke senior. Jangan kesempatan hilang lantas patah semangat,” pesan Susy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here