Atlet Bulutangkis Indonesia Ini Diharapkan Tidak Cepat Berpuas Diri

0
Sumber Gambar: Tribunnews.com

Kesuksesan pasangan ganda campuran Tim Indonesia untuk cabor bulutangkis, Praveen Jordan/ Melati Oktavianti memenangi All England 2020, diharapkan pelatih mereka Nova Widiarto, tidak lalu membuat keduanya langsung berpuas diri. Usia muda pasangan tersebut dinilai Nova masih sulit mejaga konsistensi, berdasar pengalaman dari tahun sebelumnya.

“Sebelum All England, mereka pernah juara di Denmark, Perancis, dan SEA Games pada tahun 2019. Setelah itu, permainan Praveen/Melati sangat berbeda,” kata Nova Widianto dikutip dari rilis resmi PBSI.

“Saya berpesan, kadang-kadang habis juara mereka suka lengah. Jangan lengah, terutama Praveen, dia punya kualitas, tetapi kadang-kadang lengah. Praveen pernah juara All England 2016 setelah itu dia hilang,” ujar Nova Widianto.

Praveen/ Melati, berhasil menjadi juara All England 2020, usai menundukkan pasangan Thailand Dechapol Puavarnukroh/ Sapsiree Taerattanachai, pada Minggu (15/03) di Birmingham Inggris. Praveen/ Melatih yang bermodal unggulan kelima menang dalam tiga set dengan skor 21-15, 17-21 dan 21-8 dalam waktu 62 menit.

Setelah memenangi All England Open 2020, Praveen/ Melatih harus bisa menjaga konsistensi permainan dan prestasi hingga Olimpiade 2020 yang akan datang. Targetnya, menurut Nova Widiarto, adalah kedua anak asuhnya tersebut, bisa menjaga mental tanding, karena hal tersebut jadi faktor besar bisa menjadi juara..

“Dari segi persiapan, kami tidak kaget dengan keberhasilan Praveen/Melati juara All England. Kami memang sangat serius mempersiapkan semuanya,” kata Nova Widianto.

“Kalau pola pikir bisa terus seperti ini, mereka punya potensi sangat bagus ke depannya. Kami tidak berbicara tentang gelar juara karena terkadang juga butuh faktor keberuntungan,” ujar Nova menambahkan.

Setelah memenangi All England 2020, masih belum diketahui pasti, turnamen apa lagi yang bisa diikuti Praveen/ Melati. Lantaran, BWF sudah mengambil keputusan untuk menyetop semua turnamen setelah All England, akibat wabah virus corona. Penundaan banyak turnamen internasional tersebutpun, membuat bagaimana kelanjutan Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 menjadi pertanyaan.

Hanya saja, jika mengacu kepada aturan yang ada, Praveen/ Melati, adalah pasangan ganda campuran pertama Indonesia yang sudah lolos ke Olimpiade Tokkyo 2020. Hal tersebut merujuk kepada peringkat mereka di dunia yang sudah tidak mungkin digeser dari 8 besar, hingga waktu berakhirnya kualifkasi 26 April 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here