Atlet Bulutangkis Indonesia

0

Badminton selalu di dominasi Atlet Indonesia

atlet bulu tangkis indonesia
atlet bulu tangkis indonesia selalu mendominasi antar negara

Bulutangkis, di Indonesia siapa masyarakat yang tidak mengenal olahraga tepok bulu ini. Ketenarannya bisa dibilang sudah menyamai sepakbola yang merupakan olahraga paling populer di Nusantara. Sama dengan sepakbola, bulutangkis digemari karena keseruan dan juga kepraktisannya, yang bisa dimainkan oleh siapapun dan di mana saja.

Bukan sekedar populer, bulutangkis Indonesia secara profesional juga sangat disegani di level internasional. Bahkan sebelum China dan Malaysia kini tampil dominan, Indonesia dahulu adalah penguasa di olahraga dengan nama lain badminton ini. Terbukti dengan atlet bulutangkis Indonesia yang mampu meraih juara Thomas Cup terbanyak dengan 13 gelar.

Atlet Terbaik Indonesia yang patut di Teladani

atlet bulu tangkis indonesia patut di teladani
atlet bulu tangkis indonesia patut di teladani

Menjadi inspirasi bagi kita semua, berikut adalah empat atlet bulutangkis Indonesia yang layak untuk selalu kita teladani prestasinya:

1. Rudy Hartono
Inilah pelopor atlet bulutangkis Indonesia. Rudy Hartono adalah sosok yang akhirnya membuat level bulutangkis Indonesia di mata internasional menjadi begitu disegani hingga sekarang. Bahkan Rudy Hartono disebut – sebut sebagai atlet bulutangkis Indonesia  terbaik sepanjang masa.

Rudy Hartono memulai dominasi nya sebagai atlet di bulutangkis pada 1968, di mana dia mampu meraih juara All England. Bahkan Rudy juga menjadi satu-satunya atlet hingga sekarang, yang berhasil meraih juara sebanyak tujuh kali (1968 – 1974).

Disamping itu, Rudy juga menjadi bagian dari atlet bulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Timnas, ketika memenangkan Piala Thomas enam kali secara beruntun (1970-1982).

Senjata andalan seorang Rudy Hartono ketika ada di lapangan yang ditakuti atlet bulutangkis lain yang menjadi lawannya, adalah pergerakannya yang cepat dan lincah, sehingga saat sulit ditebak.

2. Liem Swie King
Seusai era kejayaan Rudy Hartono, Indonesia tidak lalu kehilangan atlet bulutangkis hebat. Karena, ketika itu hadirlah seorang Liem Swie King, sebagai atlet bulutangkis Indonesia yang juga menjadi kebanggaan Merah Putih di kala itu.

Liem Swie King sejatinya adalah salah satu pemain Indonesia yang juga sering menjadi rival bagi seniornya Rudy Hartono, ketika masih sama- sama menjadi atlet bulutangkis Indonesia.

Catatan prestasi King sapaan akrab Liem Swie King juga tak kalah gemerlapnya dibanding Rudy Hartono. King berhasil mencatatkan 3 kali juara All England, 4 kali emas SEA Games, dan juga ema dari Asian Games Bangkok 1978. King juga pernah enam kali menjadi atlet bulutangkis bagi Tim Indonesia di pentas Thomas Cup, dengan tiga diantaranya dia bersama atlet bulutangkis Indonesia yang lain berhasil meraih juara untuk Merah Putih.

Selain jagoan di sektor tunggal putra, King juga dikenal memiliki kemampuan yang mengagumkan ketika bermain di sektor ganda. Skill komplitnya sebagai atlet bulutangkis Indonesia dibuktikan Liem dengan bertanding di dua sektor langsung pada ajang Thomas Cup.

Kemampuan utama King sebagai atlet bulutangkis Indonesia, adalah pada pukulan smash nya yang sangat serta lompatannya yang sangat tinggi. Bahkan julukan nama “King” yang artinya raja, didapatkannya karena King memang punya rekor pernah 33 kali tidak pernah tersentuh kekalahan.

3. Christian Hadinata
Jika berkisah tentang Rudy Hartono dan Liem Swie King yang sangat mendominasi di sektor tunggal putra, maka jika kita beralih ke ganda, Timnas juga masih memiliki atlet bulutangkis Indonesia andalan, yaitu Christian Hadinata.

Christian Hadinata mengawali perjalanan karirnya sebagai atlet bulutangkis Indonesia justru sebagai pemain tunggal, dan ketika itu, dia sudah mampu menembus babak final All England. Namun masa keemasannya, justru terjadi ketika Christian mulai bermain di sektor ganda. Bahkan dia sebut sebagai salah satu atlet bulutangkis Indonesia terbaik dari sektor ganda putra sepanjang sejarah badminton dunia.

Sebutan tersebut rasanya tidak salah, jika kita menilik prestasi yang dimiliki Christian Hadinata. Atlet andalan Tim Indonesia tersebut pernah meraih 2 medali emas Asian GAmes, 4 kali juara All England dan 3 kali juara dunia.

Lebih hebatnya lagi, Christian mampu meraih juara -juara tersebut,ketika berpasangan dengan atlet bulutangkis Indonesia yang berbeda  – beda, baik di sektor ganda putra maupun juga ganda campuran.

Christian juga pernah merasakan enam kali menjadi bagian Timnas Indonesia di ajang Piala Thomas, dan selalu menang, tidak peduli siapapun atlet bulutangkis Indonesia yang menjadi pasangannya.

4. Susi Susanti
Bukan hanya dari sektor pria, atlet bulutangkis Indonesia dari sektor wanita juga tidak kalah diseganinya di kancah badminton internasional. Salah satu yang prestasinya paling mengkilap adalah Susi Susanti.

Nama atlet bulutangkis Indonesia yang satu ini termasuk dalam jajaran atlet wanita tersukses dalam sejarah bulutangkis dunia, hingga masa sekarang.

Memiliki spesialis di sektor tunggal putri, Susi Susanti memiliki keunggulan dari pergerakannya yang lincah dan taktis, Teknik pukulannya juga bisa dibilang menjadi salah satu yang terbaik diantara atlet  -atlet bulutangkis Indonesia lainnya ketika itu. Berbagai kombinasi tersebut membuat Susi Susanti seperti seorang ‘penari’ ketika berlaga di arena tanding, setiap pergerakannya begitu cantik namun berbahaya untuk lawan.

Alhasil, sebagai atlet bulutangkis Indonesia dari sektor putri, Susi Susanti sudah berhasil mempersembahkan 2 kali juara Sudirman Cup, 2 kali juara Uber Cup, 6 kali Juara Dunia, serta meraih emas di pentas Olimpiade 1992, yang juga dikenal sebagai medali emas pertama Indonesia di pentas multi event terbesar di muka bumi tersebut.

Emas Susi Susanti di Olimpiade tersebut, juga langsung seperti jadi standar bagi atlet- atlet bulutangkis Indonesia yang lain dan generasi setelah era Susi. Karena mereka, seperti wajib untuk bisa selalu membawa pulang medali emas dari bulutangkis dari pesta olahraga empat tahunan tersebut, dan itu mampu dibuktikan atlet bulutangkis Indonesia dengan baik.Sejak Susi Susanti, Timnas Indonesia hampir tidak pernah absen menyumbangkan medali emas dari arena Olimpiade hingga saat ini.

Olimpiade di Barcelona dan menjadi Juara

atlet bulu tangkis indonesia
atlet bulu tangkis indonesia di Barcelona yang memenangkan banyak emas
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark,Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federationmenjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir. Olahraga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu. Olahraga yang udah berumur ribuah tahun baru masuk Olimpiade tahun 1992.

Sejarah Badminton Di Indonesia

atlet bulu tangkis indonesia
sejarah asal usul atlet bulu tangkis indonesia

Riwayat singkat berdirinya Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Pada jaman penjajahan dahulu, ada perkumpulan-perkumpulan bulutangki di Indonesia yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan di alam negara merdeka, memang tidak bisa dibiarkan berlangsung terus.Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai organisasi pemersatu.

Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan pulau jawa saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI ( Persatuan Olah Raga Replubik Indonesia ).

Usaha yang dilakukan oleh Sudirman Cs dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI ( Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I : Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir, Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem Soei Liong.

Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda ( Pengurus Dareah ) sedangkan Pengcab ( Pengurus Cabang ) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Hingga akhir bulan Agustus 1977 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia ( kecuali Propinsi TImor-Timur ) dan sebanyak 224 Pengcab, sedangkan jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2000 perkumpulan.

Perlengkapan

Raket (Pemukul)


Raket merupakan alat pemukul yang ringan dan kuat dengan berat kurang dari 150 gram, dapat terbuat dari bahan kayu, aluminium, fiberglass, atau arang.
Bola (kok/ shuttlecock)
Kok terdiri dari kepala dan bulu. Bagian kepala menggunakan gabus yang dibungkuskulit tipis dan kuat. Berat kok antara 73-85 grains (4.73-5.50 gram). Bulunya berjumlah 14-16 helai, ditancapkan ke dalam gabus yang bergaris 1-1/8 inci (25-28 mm). Ukuran bulu 64-74 mm dari ujung atas sampai ke bagian yang rata pada gabus. Diameter bagian atas kok 54-56 mm, diikat benang atau bahan lain dengan kuat.

 

Baca Juga :

Atlet Renang Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here