Asa Medali Indonesia Dari Voli Pantai YOG 2018

0

Peluang tim voli pantai Indonesia melaju ke babak perempat final di ajang Youth Olympic Games 2018 di Buenos Aires, Argentina cukup besar. Hal itu setelah pasangan voli pantai junior yakni Danang Herlambang dan Bintang Akbar meraih kesuksesan di babak penyisihan saat mereka bertemu lawan berat dari Venezuela.

Di laga pamungkas babak penyisihan Danang dan Bintang menghempaskan perlawanan tim Venezuela dengan dua set langsung 2-0. Di babak pertama Dnang Cs berhasil meraih poin 21-14, sedangkan di babak kedua mereka semakin ganas dengan meraih poin 21-11.
Dengan hasil itu, Danang Cs menjadi juara di pool F dengan mengumpulkan 6 poin penuh setelah mendapatkan tiga kali kemenangan berturut turut.

Capaian itu melebihi ekspektasi. Sebab, Danang maupun Bintang minim pengalaman bertanding di luar negeri. Tercatat mereka hanya dua kali mengikuti kejuaraan level internasional.

Pertama, saat mengikuti seleksi YOG di Asian U-19 Championship yang digelar di Nakhon Pathom, Thailand dan berhasil menjadi juara. Kedua, mereka mendapat tiket untuk berlaga di Wold Championship di Nanjing, Tiongkok. Saat itu keduanya mampu berada di peringkat lima dunia.

Untuk selanjutnya, tim asuhan Bambang Eko Suhartawan ini melangkah ke babak 16 besar, Danang/Bintang melawan pasangan asal Swedia David Ahman dan Jonatan Hellvig.
Peluang Indonesia lolos ke babak perempatfinal cukup besar. Tim asalSwedia Ahman/Hellvig pernah sekali kalah ketika melawan tim Jerman di pool C. Hal itu membuat mereka harus melewati babak playoff sebelum berada di 16 besar. Beruntung mereka menang 2-1 (21-17, 17-21, 15-9) saat melawan tim Prancis.

Atas hasil itu, pelatih tim Voli YOG 2018 mengatakan sangat optimis anakasuhnya mampu menembus babak selanjutny dan bisa memberi hasil terbaik bagi Indonesia sebelum pulang ke tanah air.

“Kami optimistis bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kalau dibilang, semua lawan berat karena ini olimpiade yang terbaik. Hanya diambil 32 negara peserta saja,” ungkap Wawan melansir dari prokal.co Senin (15/10/18).

Menurut Wawan, sejak kedatangan tim di Argentina timnya  tidak ada kendala berarti hanya saja penyesuaian cuaca yang mencapai 13 hingga 16 deajat Celcius di kota Buenos Aires.

“Hanya kendala cuaca yang mencapai 13 hingga 16 derajat Celcius,” kata pelatih asal Jawa Timur itu.

Hingga saat ini, Indonesia baru meraih satu perunggu yang dipersembahkan Nur Vinatasari dari cabang olahraga angkat besi. Lifter 17 tahun ini naik ke podium ketiga setelah membukukan total angkatan 162 kg. Dengan perincian snatch 72 kg, dan clean and jerk 90 kg. Sedangkan target Indonesia kali ini harus lebih dari satu perunggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here