Angkat Besi Masih Menunggu Jadwal Baru Kualifikasi Olimpiade

0

Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), saat ini memilih menunggu jadwal baru dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF), setelah Olimpiade Tokyo 2020 resmi ditunda hingga tahun 2021.

Disampaikan Pelatih Kepala Pelatnas Tim Angkat Besi Olimpiade Indonesia, Dirdja Wihardja, bahwa semua kejuaraan babak Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, kini telah distop. Saat ini, IWF sedang membuat pengajuan ulang pelaksanaan kualifikasi di lima benua untuk IOC.

Sampai saat ini, Tim Indonesia masih meloloskan dua lifternya, yaitu Eko Yuli Irawan (61 kg putra) dan Windy Cantika Aisah (49 kg putri). Tim Indonesia masih berpeluang bisa menambah lifternya di Olimpiade melalui Kejuaraan Angkat Besi Dunia di Rumania 14-20 Maret lalu, dan Kejuaraan Angkat Besi Asia yang dijadwalkan di Kazakhstan, 7-15 April, yang juga merupakan babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Tapi saat ini kedua event masih ditunda sampai Mei mendatang.

“IWF sudah mengajukan surat penundaan Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2020 dan Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020 pada Mei mendatang. IWF juga telah menginformasikan bahwa IOC akan memberikan jawaban soal persetujuan jadwal penundaan itu akhir bulan Maret atau April 2020. Kita tunggu saja,” katanya ketika pada Rabu (25/3/2020), seperti dilansir dari Beritasatu.

Pada Kejuaran Dunia Angkat Besi 2020 dan Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020, Indonesia punya peluang meloloskan empat lifter lagi ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adala Denny (kelas 67 kg putra) peringkat 12 dunia, Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) peringkat 16 dunia, Nurul Akmal (kelas +87kg) peringkat 12 dunia, dan Triatno (kelas 73 kg) peringkat 17 dunia.

“Jika dua event babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 bisa dilaksanakan, mereka punya peluang untuk mengejar peringkat 8 besar dunia sebagai syarat meraih tiket ke Tokyo,” jelasnya.

Soal program latihan apakah mengalami kendala dengan terjadinya pandemi covid-19, Dirdja memastikan semua atlet pelatnas angkat besi, khususnya Pelatnas Olimpiade, tetap menjalani latihan di Markas Marinir di Jakarta Pusat.

“Program latihan pelatnas Olimpiade tidak terganggu. Terus terang, ada hikmah yang bisa dipetik dengan keberadaan wabah Covid 19. Anak-anak bisa lebih konsentrasi dan tidak keluar dari lokasi pelatnas yang sudah steril. Habis latihan mereka langsung istirahat,” ujarnya.

Disisi lain, lifter Tim Indonesia Windy Cantika mengaku hanya bisa pasrah dengan kabar penundaan Olimpiade ini. Sekarang Windy memilih fokus ke depan, karena masih banyak ajang lain yang akan dia ikuti.

“Kalau tidak jadi, ya sudah. Tahun depan ada SEA Games juga. Ada yang bilang enggak bakal ditunda karena jadwal sudah ada, tapi nyatanya ditunda,” kata dia.

Sementara lifter putra, Eko Yuli mengakui bahwa penundaan Olimpiade tetap harus disikapi dengan bijak. Apalagi hal ini berkaitan dengan kemanusiaan dan dunia kini tengah berjuang melawan virus corona.

“Selagi Olimpiade ini tetap dilaksanakan dan tidak dibatalkan, saya kira tidak merugikan. Penundaan dapat memberi atlet waktu persiapan lebih panjang. Ambil saja dampak positifnya yakni persiapan kami bisa jadi lebih panjang,” tutup Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here