Alasan Balap Sepeda Indonesia Absen di YOG 2018

0
Sumber: www.bolasport.com

Perhelatan kejuaraan olahraga multi event tingkat dunia khususnya usia muda, telah memasuki tahap akhir. Tim Indonesia pun hingga saat ini masih mengumulkan satu medali perunggu yang diperoleh dari atlet angkat besi, Nur Vintasari.

Di ajang olahraga khusus atlet usia belia Youth Olympic Games 2018, sebanyak 32 cabang olahraga akan dipertandingkan. Indonesia sendiri hanya mengikuti 7 cabang olahraga serta mengirim 16 atlet pilihan. Tujuh cabang olahraga itu antara lain, basket, bulutangkis, angkat besi, renang, dan golf. Sementara khusus di cabang olahraga balap sepeda, Indonesia tidak mengirimkan atletnya. Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) menyatakan alasannya tidak ikut serta di ajang tersebut dikarenakan ketiadaan stok atlet BMX Freestyle yang mumpuni. PB ISSI sendri sejatinya ingin mengirimkan atletnya di ajang bergengsi itu. Pengurus pun telah menyiapkan atlet Wiji Lestari karena dinilai siap dan secara poin cukup bagus.

Tapi nomor individu bmx tidak ada dan Olimpiade remaja hanya mempertandingkan nomor Mixed BMX Racing dan Mixed BMX Freestyle Park. PB ISSI memiliki atlet di nomor tersebut namun secara poin tidak masuk.

“Ya ini sesuatu kesempatan yang hilang dan kami menyayangkan. Artinya kami harus berbenah di dalam proses pembinaan usia dini karena (kami akui) secara regenerasi ada gap terlalu jauh antar atlet,” kata Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Budi Saputra melansir dari detik.com Sabtu (8/9/2018).

Budi mengatakan sebagai ganti Olimpiade, federasi balap sepeda akan mempersiapkan Wiji untuk training camp dan mengikuti kejuraan lokal di Swiss. Selain itu, mengikuti perlombaan seri di Eropa.

“Nanti itu ujungnya dia akan mengikuti Kejuraan Dunia di Norwegia,” sambung Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here