5 Fakta Menarik Perjalan Karir Karono, Atlet Bulutangkis Indonesia Potensial

0
Sumber Gambar: indosport.com

Bulutangkis Indonesia sedang punya sensasi baru. Ajang Simulasi Thomas dan Uber Cup yang baru – baru ini digelar di Pelatnas Cipayung jadi saksi nya. Adalah pebulutangkis muda potensial Karono yang jadi sorotan publik,setelah aksi istimewa nya selama perhelatan ajang pra kompetisi tersebut.

Pemuda berusia 20 tahun tersebut, dinilai memiliki prospek cerah ke depan, sebagai penerus kejayaan tunggal putra Timnas Indonesia, jika dia terus mau bekerja keras dan konsentrasi, bukan tidak mungkin, Karono akan bisa berdampingan, bahkan menggeser dominasi dua tunggal putra andalan Timnas Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

Lalu, sebenarnya seperti apa perjalanan karier atlet asli Solo ini, hingga bisa bergabung dengan Pelatnas? Simak dalam 5 fakta menarik berikut ini, yang dilansir dari Akurat.co:

Mengenal Badminton Sejak Usia 8 Tahun
Karono sudah bergelut dengan bulutangkis sejak berusia 8 tahun. Berawal dari sang ayah yang memang seorang penghobi bulutangkis, dan kerap mengajaknya ke gelanggang olahraga di kampung halamannya. Dari sanalah bakat besarnya mulai terasah, dan terus mencintai bulutangkis.

Gabung Klub Karena Rekan Ayahnya
Bakat besar Karono saat itu langsung dikenali salah teman ayahnya. Saat itu juga teman ayah Karono ini lah yang mendorong supaya Karono kecil harus bergabung ke klub bulutangkis. Dari sinilah karirnya dimulai dan terus melejit, hingga akhirnya bisa gabung ke salah satu klub elit Indonesia Jaya Raya.

Kesempatan Magang di Pelatnas
Berkat usaha tidak kenal lelahnya, Karono akhirnya pada 2018 lalu mendapatkan kesempatan istimewa untuk bisa magang di Pelatnas Cipayung. Di sinilah, ia mulai terus menempa diri sebagai spesialis tunggal putra. Kerja kerasnya pun kini mulai tampak, dimana teknik dan karakter permainannya semakin berkembang dan matang.

Belajar Langsung dari Christie dan Ginting
Berkembang menjadi salah satu pemain paling potensial saat ini, Karono mengaku selalu belajar dari dua seniornya di Cipayung, yaitu Ginting dan Jonatan Christie. Bagi Karono dua sosok yang kini jadi andalan Tim Indonesia tersebut, merupakan guru dan teladan dalam karirnya saat ini. Demi meningkatkan kemampuan, Karono mengatakan selalu memperhatikan bagaimana gaya dan teknik kedua seniornya tersebut ketika berlaga.

Jadikan Taufik Hidayat Sebagai Idola
Soal pebulutangkis yang jadi idolanya, Karono memilih sosok Taufik Hidayat sebagai idolanya di dunia bulutangkis. Hanya saja untuk bisa menyamai catatan mantan jagoan Tim Indonesia tersebut tentu bukan persoalan mudah. Karno masih harus bekerja keras di sektor tunggal putra. Namun dengan kemauan kuat, kerja keras, kerendahan hati, dan fokus,tentu bukan sekedar impian bagi Karono untuk bisa mencapai level yang sama dengan Taufik Hidayat nantinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here