5 Atlet Veteran Tim Indonesia dan Prestasinya di SEA Games 2019

0

Triyaningsih (Atletik)
Triyaningsih adalah ratu lari jarak jauh Asia Tengara yang kini berusia 32 tahun. Kiprahnya sebagai pelari nomor 5000 dan 10000 meter SEA Games tidak perlu diragukan lagi. Tercatat ia sudah mengoleksi 10 medali emas dan satu medali perak di semua SEA Games yang ia ikuti.
Nama Triyaningsih harum sebagai pemegang rekor medali emas nomor 10000 meter dalam 5 SEA games berturut-turut (2007,2009,2011,2013,2015). Sebetulnya ia bisa mengalungkan gelar tersebut bersama medali emas nomor 5000 meter. Sayang pada tahun 2013 ia harus puas meraih medali perak. Namun tetap tidak dipungkiri ia berhasil mengemas 4 medali emas dalam 4 SEA Games.
Sementara satu medali emas lagi ia dapatkan saat turun pada nomor Maraton pada SEA Games 2011.
Sayangnya kiprahnya di SEA Games 2019 Filipina ini tidak berjalan mulus. Ia hanya bisa finis sebagai posisi ke-4 di nomor 10000 meter. Ia kalah dengan juniornya Odekta Elvina Naibaho yang berhasil finis diposisi ke-3.

Eko Yuli Irawan (Angkat Besi)
Nama Eyo Yuli Irawan sudah kondang di kalangan lifter Indonesia. Sebagai atlet yang kini berusia 30 tahun, Eko masih dipercaya mengemban medali emas untuk Indonesia.
Kiprah Eko tidak sebatas level Asia Tenggara saja, namun juga sudah kancah Asia dan juga dunia. Tercatat ia menjadi peraih medali emas di Asian Games 2018 silam. Selain itu ia juga berhasil memborong dua medali emas pada World Camphionship di Ashgabat, Turkmenistan.
Pengalaman dan kematangannya pun ia buktikan kembali. Ia berhasil membawa pulang medali emas dari kelas 61 kg putra SEA Games 2019.

Ryan Lalisang (Boling)
Nama Ryan Lalisang mungkin terdengar asing di telingan masyarakat umum. Maklum olahraga boling masing jarang diminati di Tanah Air. Namun bagi pengamat maupun penikmat olahraga Boling tentu sudah tida asing dengan pria berusia 39 tahun ini.
Ryan adalah salah satu atlet boling yang paling senior di kontingen Indonesia. Pada debut perdanana di SEA Games 2005 ia berhasil menyumbangkan medali emas. Dan kini setelah14 tahun berlalu ia tetap menjadi tumpuan Indonesia untuk meraih medali dalam berbagai event kompetisi.
Selain SEA Games, atlet kelahiran 21 Agustus 1980 tersebut juga berhasil menyumbangkan medali emas di ABF Tour, Hongkong (2018) dan medali perak di World Men Bowling Championship 2018 lalu.
Sementara di SEA Games 2019 ini sendiri turun pada lima nomor, dan berhasil mempersembahkan medali perak di nomor master event dan medali emas nomor mixed doubles.

Greysia Polii (Bulutangkis Ganda Putri)
Greysia Polii atau yang lebih akrab disapa Greys adalah atlet bulu tangkis ganda putri yang paling sering menjadi andalan Indonesia di ajang SEA Games. Greysia sudah tampil sejak 2005 silan dan hanya satu kali absen saja pada SEA Games 2015.
Sayangnya selama 14 tahun dan 7 SEA games atlet berusa 32 tahun tersebut tidak sekalipun memperoleh medali emas. Ia menjadi langganan medali perak karena tumbang di partai final.
SEA Games 2019 ini semua usahanya terbayar tuntas. ia dan rekan setimnya Apriyani Rahayu berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Sekaligus menjadi emas perdana yang ia dapatkan selama mengikuti pesta olahraga terbesar se Asia Tengara tersebut.

Susanto Megaranto (Catur)
Dari cabang catur ada nama Susantoro Megaranto yang kini berusia 32 tahun. Susanto pernah menyadang status sebagai grandmaster termuda saat berusia 17 tahun.
Kiprahnya di SEA Games sudah ditorehkan sejak edisi 2003 silam di Vietnam dan berhasil mengoleksi tiga medali emas dari tiga kalio SEA Games yang ia ikuti. Dia hanya tidak ikut pada SEA Games 2015 dan 2017 karena cabang catur tidak diperlombakan pada dua edisi tersebut.
Tak pelak ia memiliki hasrat tinggi untuk membalas empat tahun tanpa gelar yang ia dapatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here