4 Olimpiade Bersejarah Bagi Tim Indonesia

0
Logo Olimpiade. (Sumber Gambar: Bola.com/AFP/Raphael Alves)

Olimpiade Tokyo yang mundur setahun dari 2020, akan menjadi pesta olahraga besar yang diikuti oleh Tim Indonesia. Meskipun persiapan Pasukan Merah Putih sempat terganjal karena pademi covid-19, namun pelan tapi pasti Tim Indonesia kembali bangkit, dengan beberapa cabor yang mulai menggelar pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

Sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade sejak 1952, tercatat kontingen Merah Putih, sempat dua kali tidak turut serta.

Pada Olimpiade Tokyo 1964, Tim Indonesia tidak mengirimkan wakilnya, karena mendapatkan skorsing. Dua tahun sebelumnya, tepatnya di 1962, Indonesia membuat event serupa dengan Olimpiade, yaitu Games of New Emerging Force (GANEFO), pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Sedangkan pada Olimpiade Moskow 1980, Indonesia juga tidak mengirimkan kontingen, terkait dengan sikap adanya peperangan antara Uni Soviet dengan Afganistan. Bukan hanya Indonesia, Amerika Serikat juga mengambil sikap yang sama.

Lalu dari 16 Olimpiade yang sudah diikuti Tim Indonesia, momen apa saja yang telah dicatat dalam sejarah? Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Rappler:

Olimpiade Helsinki 1952: Indonesia pertama kali ikut Olimpiade
Inilah kali pertama Tim Indonesia berpartisipasi dalam multi event terbesar di muka bumi tersebut. Mengambil lokasi di Helsinki, Finlandia, Indonesia hanya mengirimkan tiga atlet, yang mengikuti nomor lomba atletik, renang dan angkat besi.

Olimpiade Helsinki tercatat, diikuti tidak kurang dari 4.952 atlet dari 69 negara. Tahun tersebut merupakan momen penting bagi Tim Indonesia, untuk bisa menunjukkan kemampuan di mata dunia.

Olimpiade Seoul 1988: Medali Perdana dari Panahan
Selepas tujuh Olimpiade atlet Tim Indonesia belum pernah merasakan naik podium, akhirnya pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988, medali pertama berhasil didapat oleh kontingen Merah Putih.

Medali perak tersebut, didapat oleh trio atlet putri dari cabang olahraga panahan di nomor beregu. Mereka adalah, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani.

Setelah Olimpiade Seoul tersebut, Tim Indonesia selalu berhasil mengibarkan bendera merah putih di podium dan membawa pulang medali, hingga Olimpiade terakhir di Rio 2016.

Olimpiade Barcelona 1992: Medali emas pertama
Empat tahun berselang setelah medali perdana diraih dengan perak, maka  pada Olimpiade Barcelona, Tim Indonesia akhirnya kali pertama meraih medali emas.

Prestasi tertinggi pada gelaran empat tahunan tersebut, diraih dari cabang olahraga bulu tangkis, yang memang saat itu bisa dibilang skuat nya diisi pemain – pemain terbaik yang pernah ada di Indonesia.

Dari cabang olahraga bulu tangkis, Indonesia membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak, dan satu medali perunggu.

Alan Budikusuma dan Susi Susanti menjadi dua pebulutangkis yang saat itu berhasil langsung mempersembahkan masing – masing satu medali emas bagi kontingen Indonesia.

Sementara satu perak lainnya diberikan oleh pasangan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan, dan perunggu diperoleh dari atlet nomor tunggal putra Hermawan Susanto.

Olimpiade Sydney 2000: Medali pertama untuk cabang olahraga angkat besi
Setelah dalam beberapa Olimpiade, medali bagi Tim Indonesia, hanya berhasil dipersembahkan oleh cabor bulutangkis, maka di Olimpiade Sydney 2000, untuk kali pertama medali Tim Indonesia berhasil dipersembahkan oleh cabor angkat besi.

Adalah 3 orang atlet putri di cabang angkat besi yang berhasil mengharumkan nama bangsa.

Raema Lisa Rumbewas berhasil mendapatkan medali perak untuk nomor 48 kilogram. Sementara Sri Indriyani dan Winarni Binti Slamet berhasil mendapatkan medali perunggu masing-masing untuk nomor 48 kilogram dan 53 kilogram.

Olimpiade Sydney 2000, bisa dibilang menjadi Olimpiade tersukses bagi Tim Indonesia, jika dilihat dari jumlah medali yang berhasil diraih. Selain tiga dari angkat besi, Indonesia juga berhasil meraih tiga medali lain dari bulutangkis.

Saat itu, Tim bulutangkis Indonesia berhasil membawa pulang medali emas di nomor ganda putra dari pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya. Sedangkan dua medali perak dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran Tri Kusharjanto/ Minarti Timur dan tunggal putra Hendrawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here