3 Fakta Menarik Yang Membuat Olimpiade Remaja Berbeda

0

Youth Olympic Games (YOG) atau Olimpiade Remaja, jadi sensasi baru dalam sewindu terakhir. Kehadirannya sejak tahun 2010, memberikan warna tersendiri kepada perkembangan industri olah raga dunia, termasuk juga negara seperti Indonesia, yang dalam tiga penyelenggaraan terakhir tidak pernah absen untuk ikut serta.

Lalu apa yang sebenarnya membedakan Olimpiade Remaja yang baru berusia delapan tahun ini, dengan multi event serupa yang berusia lebih tua? Simak penjelasannya nya berikut inil, seperti dirangkum dari kantor berita Xinhua:

Punya dua versi
Olimpiade remaja digelar dalam empat tahun sekali. Pertama kali dihelat pada 2010 yang lalu, dengan Singapura sebagai  host nya. Uniknya, pesta olah raga khusus bagi remaja berusia 15-18 tahun ini dibagi menjadi dua. Yaitu Olimpiade Ramaja musim panas, yang diikuti Indonesia, dan juga Olimpiade Remaja musim dingin.

Jika Singapura jadi tuan rumah Olimpiade Remaja musim panas yang pertama, maka Kota Insburck Austria jadi host perdana untuk Olimpiade Remaja musim dingin, pada tahun 2012 lalu.

Inspirasi dari Obesitas
Menurut penyelenggara Olimpiade Remaja, Komite Olimpiade Remaja (IOC), ide dasar penyelenggaraan multi event junior ini berasal dari pria asal Austria Johann Rozensopf, yang memiliki khawatir dengan angka obesitas anak – anak di era milennial yang terus meningkat.

Menurutnya, olah raga akan jadi solusi terbaik dari permasalahan tersebut. Dan dia pun memimpikan ada sebuah pesta olah raga seperti Olimpiade dengan peserta remaja dan anak – anak.

Memasukkan unsur budaya dan pendidikan
Jika banyak pesta olah raga lain, akan lebih fokus kepada persaingan sehat menuju prestasi terbaik. Maka tidak dengan Olimpiade Remaja. Dikutip dari situs resmi IOC, Olimpiade Remaja juga harus memasukkan unsur – unsur budaya, dan pendidikan.

Hal ini dinilai penting, sebagai pembelajaran atas banyaknya kebudayaan di muka bumi ini. Serta juga tetap menempatkan anak – anak sebagai pelajar yang berhubungan erat dengan pendidikan.

Indonesia sendiri tahun 2018 ini, berkomitmen dengan memberikan tabungan emas dan bea siswa pendidikan kepada 18 atlet yang mengikuti Olimpiade Remaja di Bueos Aires.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here