Rika Wijayanti dan Cita-Cita Jadi Pegawai Bank

    0

    Rika wijayanti, atlit parayalang putri asal kota Batu ini menjadi atlit satu-satunya di Asian games yang memborong 3 medali sekaligus yaitu satu medali perak di nomor akurasi beregu putri dan dua medali perunggu masing-masing di nomor akurasi tunggal putri dan lintas alam beregu putri.

    Gadis yang sering disapa secink ini telah berkali-kali mengharumkan nama bangsa di kanca nasional maupun internasional diantaranya pada tahun 2014, Rika dan timnya berhasil meraih juara 2 Asian Beach Games di Thailand dan pada tahun 2015, Rika meraih juara 1 di kejuaraan paralayang Kuala Bharu, Malaysia.

    Rika merupakan anak terakhir dari empat bersaudara anak pasangan suami istri Ali dan Bawon. Ketiga saudara laki-laki Rika juga merupakan atlit paralayang. Rika mulai tertarik dengan paralayang sejak kecil saat menyaksikan aksi paralayang penduduk setempat dan wisatawan paraglide di lapangan pendaratan yang kebetulan dekat dengan rumahnya.

    Awalnya Rika hanya menjadi pelipat parasut, namun karena dorongan dari kakak-kakaknya akhirnya setelah lulus SMK 17 Agustus Batu, Rika mulai intensif latihan dengan hanya bermodal parasut pinjaman dari KONI batu.

    Siapa sangka, dari parasut pinjaman itu mengantarkan Rika menjadi atlit paralayang dunia dan bisa mengharumkan nama bangsa. sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya, ungkapnya. Bahkan Rika pernah memiliki cita-cita menjadi pegawai Bank, karena itu Ia memilih jurusan akutansi. Namun sekarang cita-citanya itu kandas karena ia lebih menikmati menjadi seorang atlit bahkan ia tidak berminat lagi untuk kuliah. Menjadi seorang atlit merupakan profesi yang sangat menjanjikan secara finansial ungkap gadis kelahiran 1994 ini sehingga ia bisa membeli rumah dan travelling gratis ke luar negeri.