Keluarga Jadi Motivasi Ai Raih Prestas

0

Sukses menaklukkan pesilat Malaysia, Muhammad Faizul M Nasir, membuat Abdul Malik berhasil menyapu medali emas cabang olahraga pencak silat kelas B putra 50 kg-55 kg. Mahasiswa Universitas Negeri Manado Jurusan PKL/FIK semester IX tersebut mengungKeluarga Jadi Motivasi Ai Raih Prestasi

Sukses menaklukkan pesilat Malaysia, Muhammad Faizul M Nasir, membuat Abdul Malik berhasil menyapu medali emas cabang olahraga pencak silat kelas B putra 50 kg-55 kg. Mahasiswa Universitas Negeri Manado Jurusan PKL/FIK semester IX tersebut mengungkapkan kalau raihannya ini dipersembahkan untuk keluarga dan masyarakat Indonesia.

“Medali emas ini ku persembahkan untuk keluarga, buat adik-adik saya. Saya ingin mengubah nasib keluarga saya juga,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ai ini memang lahir dari keluarga pesilat. Mulai dari sang kakek, ayahnya yang bernama Sultan Jufri hingga ke adik-adiknya menekuni olahraga pencak silat. Menurut pamannya, Mahmud Lagga, bakat tersebut turun dari keluarga besar ayah dan ibunya.

“Jadi memang di Ai mengalir darah silat. Dari opa tuanya. Sejak kecil dia sudah belajar silat dan mendarah daging, Mulai silat tradisional, dikembangkan menjadi silat tanding. Adik-adiknya juga belajar silat,” tutur Mahmud.

“Saya salut dengan motivasinya. Sebab berusaha untuk mengangkat derajat orangtuanya. Saya sangat bangga, dia tidak pantang menyerah. Terus berlatih untuk mendapatkan prestasi,” tambahnya pada manadopostonline.com.kapkan kalau raihannya ini dipersembahkan untuk keluarga dan masyarakat Indonesia.

“Medali emas ini ku persembahkan untuk keluarga, buat adik-adik saya. Saya ingin mengubah nasib keluarga saya juga,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ai ini memang lahir dari keluarga pesilat. Mulai dari sang kakek, ayahnya yang bernama Sultan Jufri hingga ke adik-adiknya menekuni olahraga pencak silat. Menurut pamannya, Mahmud Lagga, bakat tersebut turun dari keluarga besar ayah dan ibunya.

“Jadi memang di Ai mengalir darah silat. Dari opa tuanya. Sejak kecil dia sudah belajar silat dan mendarah daging, Mulai silat tradisional, dikembangkan menjadi silat tanding. Adik-adiknya juga belajar silat,” tutur Mahmud.

“Saya salut dengan motivasinya. Sebab berusaha untuk mengangkat derajat orangtuanya. Saya sangat bangga, dia tidak pantang menyerah. Terus berlatih untuk mendapatkan prestasi,” tambahnya pada manadopostonline.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here