Jafro Megawanto: From Zero to Hero

0

Nama Jafro Megawanto sontak membahana lepas menyabet gelar terbaik di perhelatan olahraga paling akbar se-Asia, Asian Games 2018. Kelahiran 18 Maret 1996 ini berhasil menyumbangkan medali emas ke tujuh untuk kontingen Indonesia dari cabang olahraga paralayang kategori akurasi tunggal putra. Malah, sebelumnya Jafro juga turut andil saat tim putra Indonesia merebut medali emas di nomor ketepatan mendarat beregu putra.

Kesuksesan anak asal Batu, Malang tersebut tidak diraih secara instan. Tak terhitung peluh yang terbuang dengan segudang kisah menyentuh yang harus dilakoni Jafro. Seperti dikisahkan oleh sang ayah, Budi Sutrisno. Lelaki berusia 63 tahun dimaksud menuturkan kalau Jafro kecil sudah akrab dengan olahraga paralayang. Lokasi rumahnya yang dekat dengan tempat pendaratan paralayang, membuatnya berprofesi menjadi tukang lipat parasut alias paraboy dengan upah Rp. 5 ribu.

Berbekal nyali serta pengetahuan soal paralayang yang dipelajarinya secara otodidak, akhirnya Jafro mulai dilirik. Awalnya ada seorang atlet paralayang senior yang meminjaminya parasut serta berbagai kelengkapan paralayang. Namun saat atlet tersebut pindah ke luar negeri, Jafro terpaksa meminjam parasut kepada teman-temannya.

“Ada namanya Pak Yossy yang mencari atlet paralayang saat itu. Padahal dulu kalau ada event kami dibayari,” tutur Sutrisno pada laman jpnn.com.

Sejak saat itu, Jafro mulai menuai beragam prestasi. Mulai dari menyabet medali emas PON 2016 di Jawa Barat, Runner Up Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2017 di Kanada, posisi 5 pada kejuaraan paralayang di Kazakhstan 2018, hingga yang terakhir dua emas di akurasi tunggal putra dan akurasi beregu putra serta perunggu pada kategori lintas alam beregu putra.

Dengan segudang prestasi tersebut, wajar jika kini pria yang berusaha untuk serileks mungkin saat berada di udara agar bisa fokus saat mendarat itu diganjar dengan banyak bonus. Untuk medali emas kategori akurasi tunggal putra, Jafro mendapatkan bonus sebesar Rp. 1,5 milyar. Sementara untuk emas di nomor akurasi beregu putra, dirinya membawa pulang bonus senilai Rp. 750 juta. Kemudian yang terakhir adalah bonus sebesa Rp 150 juta atas raihan perunggu di lintas alam beregu putra.

Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Tagor Siagian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here