Alasan Dibalik Pose Gigit Medali

0
[:In]ANTARAFOTO/INASGOC/Rakhmawaty La'lang[:]

Atlet yang berhasil mendapatkan medali saat bertanding sudah pasti merasa bangga, terlebih kalau medali emas yang berhasil didapat. Tak jarang kita akan melihat atlet menggigit medalinya setelah dikalungkan ke leher, apalagi saat melakukan sesi foto bersama wartawan. Sebenarnya, apa alasan dibalik atlet menggigit medali yang didapatnya?

Menggigit medali yang didapatkan atlet setelah memenangkan pertandingan memang sudah jadi tradisi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain. Olimpiade St. Louis di tahun 1904 menjadi olimpiade pertama yang memberi medali emas serta perak kepada pemenang.

Untuk memastikan emas yang diterima asli atau tidak, para atlet akan menggigit medali emas tersebut. Mereka mengikuti cara yang digunakan para pedagang emas untuk memastikan keaslian emas.
Emas merupakan logam mulia yang lebih lunak dibandingkan gigi manusia. Jadi ketika emas digigit akan meninggalkan bekas gigitan dan berarti emas tersebut memang emas murni. Bukan campuran atau pirit yaitu logam yang punya kilauan mirip dengan emas namun lebih keras sehingga tidak akan meninggalkan bekas ketika digigit.

Saat ini medali emas yang didapat oleh atlet ketika memenangkan pertandingan memang bukan lagi emas murni seperti zaman dulu. Karena sejak 1912, medali emas yang dianugerahkan di ajang Olimpiade tidak lagi dibuat dengan menggunakan emas murni.

Tetapi mengapa masih banyak atlet yang melakukan ini? Ternyata sekarang atlet hanya mempertahankan tradisi menggigit medali ketika berhasil berdiri di atas podium. Banyak juga fotografer dan wartawan yang meminta atlet untuk melakukan pose ini karena dianggap lebih fotogenik dan menjadi ciri khas dari atlet yang berhasil memenangkan pertandingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here